Silakan Download File LOMBA MENEMBAK dan BONGKAR PASANG GCC di link ini:
http://downloads.ziddu.com/download/24078012/GCC-FILE.7z.html
http://downloads.ziddu.com/download/24078012/GCC-FILE.7z.html
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA SATUAN 927 " GARUDA CHAKTI " UNIVERSITAS PGRI SEMARANG menwaupgrismg.blogspot.com ...
KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHADIPA SATUAN 927 " GARUDA CHAKTI " UNIVERSITAS PGRI SEMARANG menwaupgrismg.blogspot.com ...
Sebenarnya, ada banyak
faktor yang melatar belakangi terjadinya seseorang itu nganggur. Faktor
yang menurut saya urgen yaitu, tidak punya skill yang memadai, dibidang
apapun!. Sehingga ‘tidak laku’ untuk orang lain. Skill itu ada tidak
tiba-tiba, abra-kadabra, bim-salabim, tapi karena diasah, dilatih secara
serius. Dalam mengasah skill memang tidak semudah menyunggingkan
senyum, perlu kesabaran dan ketekunan. Dalam melatih sabar dan tekun,
salah satu tindakan nyata yang harus ditempuh adalah melawan rasa malas
dan menunda-nunda!. Selama rasa malas dan menunda-nunda bisa
ditaklukkan, kemungkinan besar skill yang diasah akan berhasil.
Sabtu, 23 Februari 2013, MENWA 927 IKIP PGRI Semarang mendapatkan tugas penting dari Rektor untuk melaksanakan kegiatan Pengamanan dan Pengawalan VIP (PAMWAL) dalam rangka kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak M. Nuh, DEA dan Pengurus Besar (PB PGRI) Bapak Dr. Sulistiyo, MPd di kampus IKIP PGRI Semarang, Kehadiran MENDIKBUD di Kampus IKIP PGRI Semarang dalam rangka sosialisasi Kurikulum 2013 sekaligus peresmian gedung Pasca Sarjana dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Balairung IKIP PGRI Semarang.
Heboh kasus “pencucian otak” oleh aktivis Negara Islam Indonesia (NII) beberapa waktu yang lalu telah meresahkan masyarakat. Keberhasilan doktrin NII yang dilancarkan kepada para pelajar dan mahasiswa mengindikasikan masih lemahnya dan masih labilnya jati diri mereka. Selain itu, menurunnya semangat kebangsaan (nasionalisme) di kalangan pelajar dan mahasiswa disinyalir menjadi faktor yang memperkuat keinginan mereka untuk bergabung dengan NII dan berniat memisahkan diri dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berupaya membentuk negara baru. Baru-baru ini pun kita dikejutkan kembali dengan kejadian radikalisme dan terorisme seperti kerusuhan antar pemuda di Ambon, Maluku, aksi penyerangan siswa SMAN 6 Jakarta terhadap wartawan dan bom bunuh diri gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Solo yang melibatkan para pemuda yang notabene adalah generasi penerus bangsa.
Warisan budaya nasional atau warisan budaya bangsa adalah cermin tingginya peradaban bangsa. Dan salah satu ciri bangsa besar dan maju adalah bangsa yang mampu menghargai dan melestarikan warisan budaya nenek moyang mereka. Semakin banyak warisan budaya masa lampau yang bisa digali dan dilestarikan, maka sudah semestinyalah peninggalan budaya tersebut semakin dihargai. Barulah disadari betapa kaya dan melimpah ruahnya warisan budaya nenek moyang kita yang ternyata selama ini terabaikan, terlantar dan tidak dipedulikan. Penyebabnya bisa karena ketidaktahuan, kurangnya kesadaran dan pemahaman akan pentingnya warisan budaya, maupun karena ingin mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengoleksi atau memperdagangkannya.